Belajar di SMP Negeri 2 Klaten adalah sebuah pengalaman yg bias dibilang sangat menarik. Di awal masuk, saya sudah bisa merasakan kegembiraan yg sangat mendalam, karena bisa menjadi siswa di SMP terfavorit di Klaten. Tidak berpanjang lebar, saya akan mulai menceritakan pengalaman belajar di SMP N 2 Klaten.
Pertama kali saya masuk di kelas 7, memang saya dikenal sebagai anak yg pendiam. Waktu pun terus berlalu dan selang beberapa minggu, saya pun bisa membaur dengan teman-teman. Slalu saja ada kegembiraan yg menghiasi hari-hari kami. Canda dan tawa terlontar dari diri kami masing-masing. Dan pada suatu ketika Wali kelas kami berulang tahun, saya dan teman-teman pun merencanakan surprise untuk wali kelas kami. Dan itu pun menjadi salah satu kenangan yg takkan terlupakan bagi kami.
Waktu berjalan dengan cepatnya, tak terasa satu tahun di kelas 7 pun telah usai.
Memang di kelas 7, kami merasakan kebahagaiaan yg mendalam. Akan tetapi kami harus tetap melangkah ke depan dan meninggalkan lembaran-lembaran indah di kelas 7. Walau, kami kehilangan satu teman kami, yg harus pindah di SMP lain.
Di kelas 8, kami semakin akrab seperti sebuah keluarga. Hari-hari kami lewati dengan canda. Akan tetapi di suatu saat, ada kejadian yg membuat kelas kami terpuruk, Kami pun menjadi terpecah belah tanpa kekerjasamaan yg biasanya. Kelas kami dijulukki kelas tergaduh di SMP 2 Klaten ini. Kami pun berusaha mengembalikan keseimbangan kelas kami, dan itu berhasil. Namun, memang nasib baik belum berpihak pada kami. Ada suatu kejadian yg melanda kami dan membuat kelas kami makin terpuruk. Juga, kejadian tersebut membuat Wali kelas kami menjadi marah besar dan tak mau mengajar di kelas kami. Kejadian tersebut menjadi aib bagi kelas kami (maaf, tidak bisa dipublikasikan). Akan tetapi hikmah dari kejadian tersebut sangatlah bermanfaat bagi kami. Kami menjadi keluarga yg harmonis dan akrab. Bagai air yg menggenangi daratan yg luas dan menjadikannya lautan yg indah. Takkan terlupakan pengalaman ini, kan slalu ku kenang dalam hati sampai waktu kan memanggil saya nantinya.
Sekian pengalaman belajar saya. Jika ada salah kata, saya mohon maaf yg sebesar-besar.


0 komentar:
Posting Komentar